Rabu, 23 Oktober 2013

Tak Ada Alkohol, Ini Pun Jadi

Ane waktu itu lagi cari inspirasi buat masak pas bulan puasa di perpustakaan. Tahunya perpustakaan daerah yang sering ane kunjungin pindah tempat dan sekarang jadi perpustakaan deposit (hiks). Beberapa buku masih ada rupanya biar sedikit. Ada satu buku tentang memasak yang cukup menarik bagi ane. Resepnya banyak dan beragam. Ane lupa judul bukunya (kalo ada yang tahu kasih tahu ya, takutnya melanggar hak cipta) tapi tips ini sangat berguna bagi para muslimah.

Biasanya resep masakan asli suatu daerah belum tentu sesuai dengan lidah orang Indonesia. Ada juga beberapa resep yang menggunakan minuman beralkohol seperti gin,  brandy, whisky, rhum, dll. Bagi seorang muslim, khamr atau minuman keras diharamkan. Berikut ini adalah bahan subtitusi minuman keras jika menemukan bahan-bahan itu dalam resep.

ang ciu (arak Cina) : kecap asin dan jeruk limau

apple brandy : jus apel tanpa pemanis

bourbon : jus anggur atau jus cranberry atau ekstrak vanilla artifisial (kalau yang murni mengandung alkohol)

brandy : selai ceri atau sirup buah ceri

cointreau : jus jeruk

creme de menthe : sari teh spearmint atau jus anggur

gin : sari apel dicampur air jeruk

grand marnier : konsentrat jus jeruk

mirin : jus anggur ditambah perasan lemon

muscat : jus anggur ditambah gula dan air

red wine (anggur merah) : jus anggur atau jus tomat

rhum : vanili atau air gula

sake : air gula

vodka : sari buah apel atau jus anggur dicampur perasan jeruk nipis

white brandy : sari buah apel atau sari buah anggur atau kaldu sayur atau air biasa

white wine : sari buah apel atau jus anggur atau kaldu sayur atau air biasa

sumber : buku yang lupa judulnya apa

Selasa, 25 Desember 2012

Gak Kreatif Gak Rame

sumber : cookle.at


Jadi inget waktu itu, haha. Doku abis dan laper. Pengen beli makanan di luar kagak ada fulus. Sementara itu, di rumah cuman masak nasi doang. Perut udah keroncongan 2 jam kagak dibayar pula :p Buka kulkas, cuman ada teri medan. Ya sudah, ane masak nasi goreng teri buat ganjel perut hari itu. Lumayan lah daripada kagak ada makanan sama sekali.

Bicara soal ide, bisa datang dari mana saja. Bisa dari lihat orang lewat atau dari apel jatuh di atas kepala. Ide itulah yang mendatangkan hal-hal kreatif seperti nasi goreng teri itu. Meski kate test IQ ane "kreativitas rendah" tapi soal masakan bisa lebih aneh-aneh. Ide dan kreativitas bisa dari apa yang kita lihat misalnya dari membaca atau belajar dari hal-hal di sekitar kita. Semakin sering kita belajar maka ide-ide bisa mengalir terus. Intinya otak musti jalan terus buat asah kemampuan yang satu ini.

Pernah main The Sims? Ya, mungkin sebagian ada yang pernah main game simulasi rumah-rumahan ini (lho?). Ada beberapa pekerjaan di dalam game yang bisa dipilih, salah satunya Culinary path. Kalo di klik bagian pekerjaan di info chara, di sana terlihat keahlian yang dibutuhkan dalam pekerjaan itu. Salah satunya creativity. Yup, masak juga harus dibarengi dengan kreativitas. Keahlian masak yang mumpuni dipadukan dengan ide-ide kreatif si pembuatnya akan membuat masakan biasa menjadi istimewa (kok kayak iklan margarin ya?).

Ide ada yang mengalir begitu saja dan ada yang didapatkan dengan cara "kepepet" seperti kasus nasi goreng teri tadi. Tapi ide bagus dengan eksekusi yang buruk ya bisa kacau. Ide bagus harus dibarengi dengan keahlian memasak yang baik. Selain itu juga dibarengi dengan rasa ingin tahu yang tinggi juga kemauan belajar yang kuat. Ide juga melahirkan inovasi-inovasi baru yang unik.

Tuangkan idemu dalam masakan dan dengan sedikit kreativitas juga cinta bisa membuat masakan lebih nikmat :)

Selasa, 04 Desember 2012

Masih Ingat dengan Ini?

Waduh nih blog makin gak kurus =o= Jurnal daring ada tiga, satu yang pribadi, satu gak keurus, dan satu lagi diblok ama hosting. Nasib. Belum lagi ane gagal daftar MasterChef gara-gara koneksi di rumah ccd bin gak punya doku buat beli pulsa modem. Nasib.

Kali ini ane gak bahas soal "kopi robusta hangat" itu lagi. Kali ini mau nostalgia. Yup makanan yang pernah ada waktu zaman ane atau pengunjung yang iseng mampir masih muda (ceile, bahasanya~). Ane udah ngubek-ubek si mbah dan emang agak sedikit susah cari gambarnya. Berhubung ingatan ane udah yang mulai agak error, kalo ada tambahan yang ente inget sumbangin ya :)

NB: Jika ada gambarnya, semua hak cipta gambar milik pemilik aslinya. Ane cuman ambil gambar dari si mbah dan cuman dikecilin resolusinya biar muat di jurnal.

Nyam Nyam

Nyam Nyam Mister yang dicelup


Waduh masih ada toh? Zaman ane kecil juga ada. Itu tuh kue yang panjang dan dicelup cokelat. Sekarang banyak variasinya. Juga ane masih sering malakin ponakan yang lagi makan nyam nyam. Dulu mah ane tahunya yang cokelat ama rice crispy doang. Masih inget tiap ke supermarket mewek cuman buat beli nyam nyam.

Choki Choki

Choki-choki cokelat asli dicampur mede gurih....


Wah, ini mah lebih sepuh dari ane. Choki choki dari zaman kakak ane masih kecil dan sekarang udah punya anak. Itu tuh pasta cokelat sakti yang muncul di sela-sela iklan anime waktu kecil. Gak banyak berubah, paling kemasan ama pilihan rasanya.

Anak Mas

Lebih punya taste!


Siapa yang gak ingat camilan ini. Dulu pas zaman ane kecil harganya masih gope dan bungkusnya gede. Sekarang mah boro-boro. Camilan yang cuman ada dua rasa ini, rasa ayam dan keju. Sekarang masih ada cuman beda banget lah -_- . Kalo dulu kudu dibuka, ambil bumbunya, diremas, dicampur bumbu, dan jadi deh. Sekarang mah siap saji. Kurang punya taste! (mengikuti kata si sutradara stress yang ada di iklan rokok).

Hore

Kok jadi AFI ya? Bukannya Si Doel --a


Itu tuh minuman serbuk yang iklannya Si Doel sekeluarga bawa tanjidor. Harganya dulu kalo gak salah 250 perak di warung. Cuman sekarang sudah menghilang dari peredaran.

Mimi

Bukan untuk direbus


Sejenis mi yang diremas lagi. Cuman bedanya gak usah pakai bumbu sudah enak =w=b
Dulu ada sih tapi sekarang entah masih diproduksi atau gak.

Mie Remez ABC

Ini tangannya Gladion bukan?


Ini dia mi yang diremas lainnya. Bedanya ada tangan macan, robot, sama tangan orang. Paling enak yang gambarnya tangan macan (ane lupa rasanya apa). Dulu pas ane kecil harganya cuman gopek. Gopek zaman dahulu gimana, gak kayak sekarang :p

Krip-krip

Mi kecil yang harganya, 50 perak O.O? Serius. Zaman ane kecil masih berlaku kali. Biasanya ane beli satu renceng dan dihabiskan sendiri. Masih inget bungkusnya warna merah putih dengan tulisan "Krip-krip" miring di tengah. Rasanya gurih dan ukurannya satu bungkus cukup penuhin mulut ane yang mungil *saat itu*. Kini ane cari lagi di pasar atau grosiran udah gak ada yang jual. 

Snack Banteng

Ane gak tahu nama snack-nya apa. Tapi ane inget bungkusnya warna merah dengan gambar banteng. Snack pembawa keberuntungan (baca : berhadiah duit di dalamnya). Harga cuman 150 perak tapi bonus ampe 2000 lebih. Pernah ane beli dapet gopek terus beli lagi dapet lagi dan seterusnya sampai nemu tulisan "anda belum beruntung". Susah cari ini di pasar sekarang.
Taro

Harta karun ane nih!


Ini mah masih diproduksi kali =="
Taro zaman ane kecil beda ama yang sekarang. Dulu mah bungkusnya warna-warni dan sebagai ciri khas rasa. Rasa zaman ane kecil cuman kentang BBQ, rumput laut, ayam, ama campur warna-warni. Paling susah nyari taro warna kuning (rasa ayam) di deket rumah ane. Waktu kecil nemu taro yang itu serasa ketiban durian runtuh. Entah kenapa sekarang rasa ayam kagak ada.




Senin, 23 Januari 2012

Ngopi dengan Suhu

Aduh, jadi barista lagi. Biasanya ane racik kopi di rumah pake susu ato choco granule ini pake kompi. Cara penyajian kopi ada dua, yang disajikan hangat kayak kopi robusta atau yang disajikan dingin kayak vanilla latte. Kali ini ane racik kopi lagi? Kopi yang bisa dinikmati selagi ngerjain tugas salah kopi ini ane racik untuk membantu para penikmat kopi menyeruput kopi dengan temperatur yang pas. Program ini terdiri dari 2 class, ane tampilin script yang biasa. Script yg satu lagi rahasia perusahaan

/*
* To change this template, choose Tools | Templates
* and open the template in the editor.
*/

package hello;

import javax.microedition.lcdui.*;
import javax.microedition.midlet.*;

/**
* @author pika
*/
public class latihanPertamax extends MIDlet implements CommandListener{
Display disp;
Form fi, fh;
StringItem lblC, lblF, lblR,lblHF, lblHC, lblHR;
TextField txtC, txtF, txtR;
Command cmdKeluar, cmdHitung, cmdKembali;
int cl, re, fr, hf, hr, hc;
public latihanPertamax()
{
fi = new Form("Masukkan Satuan Suhu");

lblC = new StringItem("","Celcius", StringItem.PLAIN);
txtC = new TextField("", "", 30, TextField.NUMERIC);

lblF = new StringItem("","Fahrenheit", StringItem.PLAIN);
txtF = new TextField("", "", 30, TextField.NUMERIC);

lblR = new StringItem("","Reamur", StringItem.PLAIN);
txtR = new TextField("", "", 30, TextField.NUMERIC);

cmdKeluar = new Command("Keluar", Command.EXIT, 0);
cmdHitung = new Command("Hitung", Command.OK, 0);

fi.append(lblC);
fi.append(txtC);
fi.append(lblF);
fi.append(txtF);
fi.append(lblR);
fi.append(txtR);

fi.addCommand(cmdKeluar);
fi.addCommand(cmdHitung);
fi.setCommandListener(this);
}

public void startApp() {
disp = Display.getDisplay(this);
disp.setCurrent(fi);
}

public void hitungSuhu()
{
fh = new Form("Hasilnya");
Hitung h = new Hitung();
if(!txtC.getString().equals(""))
{
cl = Integer.parseInt(txtC.getString());
hf = h.hitCF(cl);
hr = h.hitCR(cl);

lblHF = new StringItem("", "", StringItem.PLAIN);
lblHF.setText("Hasil (Fahrenheit)= " + hf);

lblHR = new StringItem("", "", StringItem.PLAIN);
lblHR.setText("\nHasil (Reamur)= " + hr);

fh.append(lblHF);
fh.append(lblHR);
}
else if(!txtF.getString().equals(""))
{
fr = Integer.parseInt(txtF.getString());
hc = h.hitFC(fr);
hr = h.hitFR(fr);

lblHC = new StringItem("", "", StringItem.PLAIN);
lblHC.setText("Hasil (Celcius)= " + hc);

lblHR = new StringItem("", "", StringItem.PLAIN);
lblHR.setText("\nHasil (Reamur)= " + hr);

fh.append(lblHC);
fh.append(lblHR);
}
else
{
re = Integer.parseInt(txtR.getString());
hc = h.hitRC(re);
hf = h.hitRF(re);

lblHC = new StringItem("", "", StringItem.PLAIN);
lblHC.setText("Hasil (Celcius)= " + hc);

lblHF = new StringItem("", "", StringItem.PLAIN);
lblHF.setText("\nHasil (Fahrenheit)= " + hf);

fh.append(lblHC);
fh.append(lblHF);
}

cmdKembali = new Command("Kembali", Command.BACK, 0);
fh.addCommand(cmdKembali);
fh.setCommandListener(this);


disp.setCurrent(fh);

}

public void pauseApp() {
}

public void destroyApp(boolean unconditional) {
}

public void commandAction(Command c, Displayable d) {
if(d == fi)
{
if(c == cmdHitung)
{
hitungSuhu();
}
else if(c == cmdKeluar)
{
destroyApp(true);
notifyDestroyed();
}
}
else
{
if(c == cmdKembali)
{
disp.setCurrent(fi);
txtC.setString(null);
txtF.setString(null);
txtR.setString(null);
}
}
}
}

rincian script selengkapnya + program jadi unduh di sini
credit : audition emoticon on candrabeqx.net

Selasa, 23 Agustus 2011

Ascending Sort

Ini masih tentang kopi robusta yang disruput oleh Sun (sekarang disruput ama Oracle). Sebenarnya script ini tugas dari guru ane, ya biar nyambung ama blog ane kaitin ama kopi robusta asli Jawa (yang jadi cikal bakal nama Java itu lho...). Script ini bercerita tentang bagaimana mengurutkan angka dari bilangan terkecil hingga bilangan terbesar (ascending). Sori kalo script-nya simpel, soalnya ane masih nubi ama belum berani ngoprek script yang aneh-aneh.


import java.util.*;

public class SortArray
{
public static void main ( String[] args )
{
int kotak[] = new int[10];
int j, k;
Scanner isi = new Scanner(System.in);

System.out.print("tulis angka antara 1 - 10: ");
j = isi.nextInt();

k = j - 1;

for(int i = 0; i < j; i++)
{
System.out.print("angka ke-" + ( i + 1 ) + " : ");
kotak[i] = isi.nextInt();
}

Arrays.sort(kotak, 0, j);
System.out.print("setelah diurutkan : ");

for(int i = 0; i < j; i++)
{
if(k > i)
{
System.out.print( kotak[i] + ", ");
}
else
{
System.out.print( kotak[i] );
}
}
}
}


NB :
  • Perhatikan pada awal script (bagian import), sebenarnya bisa ditulis dua kali menjadi import java.util.Scanner; dan import java.util.Arrays;
    tapi karena berada dalam satu lingkup yang sama jadi ane singkat import java.util.*;
  • Ane menggunakan fungsi sort() yang ada pada class Arrays yg berada dalam package java.util untuk menyortir semua bilangan yang diinputkan user. Cara penulisannya :
Arrays.sort(nama_array, indeks_pertama, indeks_terakhir);

hasilnya :

Demikian script ane yg simpel dan amburadul ini, kalo mau rinciannya ane lampirin di sini


Jumat, 12 Agustus 2011

Menyeduh Kopi

Ini bukannya cara untuk membuat masakan berbahan dasar kopi, tapi ini hanya sebuah script sederhana dengan Java (ya biar nyambung sedikit ama blognya, toh simbolnya juga kopi anget :D). Maaf bila ada bug, toh ilmu program saya tidak sedalam ilmu memasak saya kok. (Apa mungkin kalo bisa racik ramuan ini bisa ikut masterchef?)

Sebenarnya script yang digunakan terbagi menjadi 2 bagian, maksudnya class. Class yang pertama berfungsi sebagai induk dan class kedua sebagai prosesnya.

Class pertama : Rapor

import java.util.Scanner;
public class Rapor
{
public static void main ( String[] args )
{
String nama = "";
String kls = "";
int uas, uts, tgs, abs;
double ruas, ruts, rtgs, rabs;

ProsesNilai a = new ProsesNilai(); // instansiasi dari class sebelumnya, proses nilai
Scanner b = new Scanner(System.in);

System.out.print("nama : ");
nama = b.nextLine(); //biar gak lupa, ini proses input sebuah String

System.out.print("\nkelas : ");
kls = b.nextLine();

System.out.print("\nnilai uas : ");
uas = b.nextInt(); // proses input untuk tipe data integer
ruas = (double)uas; //konversi ke double dari int

System.out.print("\nnilai uts : ");
uts = b.nextInt();
ruts = (double)uts;

System.out.print("\nnilai tugas : ");
tgs = b.nextInt();
rtgs = (double)tgs;

System.out.print("\nnilai absen : ");
abs = b.nextInt();
rabs = (double)abs;

System.out.print("===================\n");
System.out.println("nama : " + nama);
System.out.println("kelas : " + kls);

a.statNilai(a.hitung(ruas,ruts,rtgs,rabs));
//memanggil fungsi di class ProsesNilai dengan nilai yang telah dimasukkan
}
}
Maklum lah namanya masih belajar, script-nya masih berantakan. Ini adalah class utama yang ditandai dengan fungsi main() di atas. Untuk memudahkan meng-edit program sengaja dipisah menjadi dua class. Berikut ini disertakan juga class di mana proses penghitungan berlangsung.

Class kedua : ProsesNilai
public class ProsesNilai
{
public double hitung(double nuas, double nuts, double ntgs, double nabs)
{
nuas = 0.3 * nuas;
nuts = 0.3 * nuts;
ntgs = 0.2 * ntgs;
nabs = 0.1 * nabs;

return nuas + nuts + ntgs + nabs;
}

public void statNilai(double rt)
{
String hasil = "";
hasil = (rt > 75)?"lulus":"tidak lulus";
System.out.print("perkiraan nilai anda " + rt + " dan anda " + hasil);

}
}

Di sini tempat di mana data dari class utama (Rapor) diolah. Sori penjelasannya singkat, soalnya saya masih awam di bidang mengolah syntax.